Rabu, 07 Oktober 2015

Sensor unik ini bikin para jomblo punya pacar

Sensor unik bikin para jomblo punya pacar

BeritaInternetNKRI | Untuk Anda para jomblo yang mendambakan pasangan, Anda bisa berkunjung ke Jepang untuk mencoba sensor unik, Tokimeki. Tokimeki sensor adalah alat yang akan diletakkan di tangan Anda yang akan mendeteksi jika Anda tertarik dengan seseorang.

Seperti dilansir dari Uber Gizmo, pertama kali Anda akan bertemu dengan gadis virtual pada layar saja. Anda dan gadis tersebut akan berbicara, sementara tangan Anda memegang Tokimeki sensor ini. Lalu apa yang terjadi?

Sensor ini akan mengetahui jenis tanggapan yang Anda berikan dari sinyal tubuh Anda ketika berbicara dengan gadis cantik ini. Sinyal yang dikirimkan pada sensor ini akan menentukan hasil akhir apakah Anda memiliki ketertarikan pada gadis yang sedang Anda ajak bicara.
Sensor unik ini bikin para jomblo punya pacar
Jika Anda menunjukkan ketertarikan, maka animasi gadis yang ada di layar tersebut akan digantikan oleh seorang gadis yang sesungguhnya. Gadis yang mirip dengan animasi tersebut akan berbicara langsung kepada Anda.
Sensor unik ini bikin para jomblo punya pacar
Nah, fungsi Tokimeki sensor ini akan mendeteksi debar jantung dari tangan Anda yang memegang sensor. Sensor ini akan memberitahu jika jantung Anda berdebar lebih cepat saat Anda berbicara dengan gadis cantik ini.

9 Penyebab Charger Ponsel Lama Sekali

9 Penyebab Charger Ponsel Lama Sekali
BeritaInternetNKRI | Pernahkah Anda merasa jengkel saat mengisi daya smartphone yang tidak kunjung kelar, padahal telah men-charger ponsel dalam kurun waktu yang lama.

Tidak perlu khawatir, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan charger ponsel berjalan lambat, dan hal ini bukan lantaran hardware yang tertanam di dalam ponsel. Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor lainnya yang menyebabkan pengisian daya ponsel lambat.

Berikut ini sembilan penyebab charger ponsel lambat yang mungkin bisa menjadi pedoman Anda saat kondisi tersebut melanda. Sebagaimana dilaporkan Android Authority, Selasa (6/10/2015).

1 Kabel Jelek


Bila smartphone berjalan lambat, sebaiknya checking kabel USB sebagai langkah pertama mengetahui penyebab charger ponsel lamban. Kerusakan kabel USB menjadi mungkin, karena banyak orang yang menggunakan setup charger sama.

2  Sumber Daya Lemah


Jika Anda menggunakan PC Anda untuk mengisi ponsel, maka telefon menggunakan daya lambat. Bahkan dengan USB 3.0, standar energi output hanya 9A. Idealnya, kabel atau port USB akan rusak bila energi yang dialirkan sedikit atau bahkan rendah.

3 Adaptor Buruk


Alasan lain yang menyebabkan charger ponsel lamban adalah adaptor Anda buruk. Bagian ini seharusnya menjadi bagian yang kuat yang harus dimiliki ponsel. Hal ini lantaran, adaptor dirancang untuk menerima lonjakan dari ponsel Anda. Kerusakan itu bisa saja dikarenakan lonjakan listrik yang meninggalkan gumpal kuning kecil di dalamnya.

4 Ketinggalan Zaman 


Ini akan menjadi hal yang sensitif. Bila Anda merasa ponsel mengisi daya lebih lambat dari perangkat ponsel yang terbaru, hal karena prosesor yang terbenam di perangkat terbaru telah memiliki kemampuan pengisian daya cepat.

5 Baterai Jelek


Seiring dengan usia ponsel, maka baterai ponsel tertanam dalam ponsel biasa menjadi buruk atau rusak. Bila kondisi baterai dirasa sudah menurun, sebaiknya Anda menggantinya dengan baterai yang baru, namun perlu dicatat, baterai yang digunakan haruslah baterai orisinal.

6 Tidak Mengistirahatkan Ponsel


Istirahatkan ponsel saat mengisi daya baterai merupakan langkah bijak agar charger ponsel lebih cepat. Sejatinya, penguras baterai terletak pada layar ponsel. Walaupun terlihat menarik dengan membiarkan ponsel terang dan menyala, namun hal ini merupakan salah satu penyebab terkurasnya baterai. Oleh karena itu, saat meng-charge ponsel ada baiknya untuk mengistirahatkan ponsel.

7 Aplikasi Background


Meskipun layar ponsel merupakan pengisap daya baterai tersebut, namun Anda memiliki aplikasi yang berjalan di latar belakang atau background, sehingga merus daya tahan baterai dan mengakibatkan pengisian daya ponsel melambat.

8 Port USB Terhalang


Menaruh ponsel dalam saku celana atau tas memungkinkan port USB ponsel tersumbat dengan debu atau partikel lainnnya. Namun terkadang, pengguna tidak menyadari adanya debu di port USB, sehingga saat men-charge ponsel mendorong debu atau partikel tersebut ke dalamnya. Alhasil, koneksi yang dihasilkan menjadi tidak baik.

9 Port USB Rusak


Bila ponsel masih tidak bisa mengisi daya dengan baik, kemungkinan lain ialah rusaknya port USB dalam ponsel Anda. Bila hal ini terjadi, sebaiknya Anda segera perbaiki perangkat kepada orang yang profesional di bidangnya.

Koneksi 2G di Facebook Jadi Lebih Cepat

Koneksi 2G di Facebook Jadi Lebih Cepat

BeritaInternetNKRI |  Kecepatan internet di negara-negara berkembang, semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Walaupun begitu, masih banyak pengguna internet yang menggunakan koneksi 2G. Berbeda dengan media sosial atau website lainnya, Facebook ternyata bisa mendukung koneksi 2G ini.

Baru-baru ini Facebook melakukan sedikit pembaruan pada fitur News Feed (beranda). Ya, Facebook ingin memastikan miliaran orang yang mengakses Facebook, bisa menggunakan jaringan mobile maupun perangkat mobile apapun.

Facebook bisa mendeteksi konten yang paling relevan untuk penggunanya, termasuk tipe perangkat yang digunakan, kecepatan koneksi, maupun WiFi. Dengan mempertimbangkan hal itu, Facebook bisa menentukan jenis postingan seperti apa yang akan ditampilkan pada News Feed.

misalnya, jika koneksi pengguna lambat dan tidak memungkinkan menonton video, maka News Feed akan menampilkan lebih banyak update mengenai status dan tautan. Sedangkan tampilan videonya akan ditampilkan hanya beberapa saja.

Agar memudahkan kami membedakan jenis jaringan, kami membuat kelas Koneksi Jaringan (Network Connection Class) open source, sebagai cara kami untuk menentukan seberapa cepat koneksi jaringannya. Dengan update baru, pengguna bisa membaca News Feed walaupun koneksinya lambat.

Jika pengguna ingin mengetahui foto yang diunggah oleh teman, Facebook akan memprioritaskan foto tersebut terlebih dahulu dibandingkan dengan konten lain yang tidak Anda cari. Sehingga, Anda bisa melihat foto secepat mungkin.

Facebook juga menggunakan format foto JPEG Progressive yang memungkinkan untuk menampilkan foto dengan kualitas ketajaman rendah jika diakses menggunakan koneksi internet lambat. Facebook akan mengurangi data yang dibutuhkan dan waktu tunggu untuk menampilkan foto.

Tidak hanya itu, saat koneksi buruk, Facebook akan tetap menampilkan News Feed dari postingan sebelumnya sembari menunggu koneksi lebih baik untuk menampilkan postingan terbaru.

Ya, pembaruan Facebook ini sangat menolong pengguna dengan koneksi internet 2G pada ponsel apapun dan di manapun.

Ternyata Bos WhatsApp dahulunya Tukang Sapu

Ternyata Bos WhatsApp dahulunya Tukang Sapu

BeritaInternetNKRI | CALIFORNIA - Pahit dan getirnya kehidupan yang dialami sejak kecil, mungkin justru menjadi titik balik untuk kehebatan dan kesuksesan yang menanti di kemudian hari. Demikian sepenggal cerita hidup yang dijalani oleh Jan Koum, salah satu pendiri aplikasi pesan instant populer, WhatsApp.

Masa kecil Jan Koum memang sulit. Terlahir sebagai keturunan Yahudi, Koum dibesarkan di pinggiran kota Kiev, Ukraina. Ayah Koum adalah seorang manajer konstruksi dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Ketika itu, Ukraina sedang dalam kondisi perpolitikan yang kurang baik. Akhirnya Koum dan ibunya memutuskan untuk hijrah ke Mountain View, Amerika Serikat.

Namun kehidupan lebih baik yang diangan-angankan oleh Koum dan ibu setelah pindah, tidak langsung serta merta terwujud.

Nyatanya setelah pindah ke Amerika pun, kehidupan mereka berdua tetap saja sulit. Agar tetap bertahan, sang ibu bekerja sebagai perawat bayi dan Koum menjadi tukang sapu di sebuah toko. Sementara ayah Koum yang awalnya memutuskan untuk pindah juga setelah kedua orang itu pindah, akhirnya tidak jadi ikut ke Amerika dan akhirnya meninggal pada 1997.

Saking sulitnya mereka sehingga harus hidup dengan makanan subsidi pemerintah. Mereka tinggal di apartemen dengan dua kamar tidur yang juga dibiayai pemerintah Amerika.

Ujian tak henti menerpa, Koum akhirnya menjadi sebatang kara setelah ibunya didiagnosa menderita kanker dan akhirnya meninggal dunia pada tahun 2000.

Pendidikan Koum

Pada usia 18 tahun, ia mulai tertarik dengan pemrograman. Koum hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California, kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose State University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.

Ia pernah tergabung dalam grup peretas w00w00, dan bertemu orang-orang yang kelak mendirikan Napster, Shawn Fanning dan Jordan Ritter.

Pada 1997, Jan Koum dipekerjakan oleh Google sebagai teknisi infrastruktur. Dirinya pun bertemu Brian Acton saat bekerja di Ernst & Young.

Koum memutuskan untuk pindah kerja di Yahoo bersama dengan Acton serta berhenti kuliah.

Pada September 2007, keduanya hengkang dari Yahoo, lalu memutuskan sejenak untuk berlibur di Amerika Selatan. Kemudian mereka pun mencoba peruntungan dengan melamar kerja di Facebook tetapi ditolak.

Cikal Bakal WhatsApp

Inisiatif Koum merintis WhatsApp diawali ketika dia membeli sebuah iPhone. Koum menyadari toko aplikasi Apple App Store yang saat itu baru berusia 7 bulan, akan menjadi besar di kemudian hari.

Akhirnya Koum mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan keduanya berdiskusi selama beberapa jam seputar ide aplikasi Koum di rumah Fishman. Dipilihlah nama WhatsApp karena terdengar seperti frasa "what's up". Kemudian pada hari ulang tahunnya, 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc di California.

Kini, aplikasi WhatsApp telah menjadi aplikasi populer yang telah memiliki hampir 800 juta pengguna di seluruh dunia. Atas alasan itu pula, Facebook dan Google berlomba-lomba membelinya tetapi akhirnya Facebook yang memenangkan pertarungan tersebut.

Setelah WhatssApp dibeli Facebook dengan nilai yang fantastis (USD19 miliar atau setara dengan Rp266 triliun), sontak Koum dan Acton menjadi milyarder baru di dunia bisnis teknologi dan internet.

Koum masih memegang sekira 45 persen saham WhatsApp sedangkan patnernya, Acton memegang 20 persen. Demikian seperti dikutip Time, Selasa (6/10/2015).

Selasa, 06 Oktober 2015

6 alasan planet Mars tak bisa dihuni manusia

6 alasan planet Mars tak bisa dihuni manusia
Berita Internet NKRI | Badan Antariksa Amerika, NASA, boleh mengatakan bila mereka telah menemukan bukti keberadaan air di planet Mars. Sayangnya, hal itu tidak lantas bisa membuat manusia hidup di dalamnya, seperti yang digambarkan oleh film 'The Martian'.

Bahkan, film 'The Martian' mendapat kritik karena menghilangkan salah satu elemen 'bahaya' penting yang membuat karakter Mark Watney (Matt Damon) bisa bebas berkeliaran di Mars, yakni radiasi. Namun, selain radiasi masih ada beberapa alasan lain yang membuat hidup di Mars nyaris mustahil bagi umat manusia. Berikut ulasannya.

1.Suhu super dingin

Jangan kaget saat mendengar air di Mars kebanyakan telah berubah menjadi es, karena memang suhu rata-rata di Mars sama dengan Antartika, atau yang kerap disebut benua es di Bumi.

Di malam hari, suhu permukaan Mars bisa mencapai minus 70-100 derajat Celsius. Saking dinginnya, gas karbondioksida di planet ini bisa membeku di malam hari!

Di siang hari, suhu maksimal pun hanya sedikit di atas 0 derajat Celsius. Oleh karena itu, banyak ilmuwan mengatakan bila manusia tidak akan mampu bertahan di Mars tanpa bantuan teknologi.

2.Hampa udara

Bagi ilmuwan, Mars tak ubahnya ruang hampa udara raksasa. Ya, meskipun mempunyai atmosfer, kondisinya sangat tipis, membuat berdiri di Mars seperti berdiri di ruang angkasa atau bulan.

Tipisnya atmosfer juga membuat tekanan udara di Mars sangat rendah. Cukup mengerikan, karena hal ini membuat air ludah dan cairan yang melindungi paru-paru akan langsung menguap.

Sehingga, untuk bertahan hidup, manusia harus terus memakai baju astronot. Dan satu saja lubang kecil tanda kebocoran di baju itu, manusia di dalamnya bisa mati.

3.Badai debu seminggu

Musim panas di Mars tidak berlangsung tiap tahun seperti di Bumi, tetapi hanya sekali dalam dua tahun. Tetapi, musim panas yang jarang itu bisa memanaskan permukaan Mars dan menerbangkan debu-debu di atasnya.

Akibatnya, tiap dua tahun sekali Mars dihantam badai debu yang ganas. Saking tebalnya, badai debu itu membuat sinar matahari yang bisa menyentuh daratan Mars hanya 1 persen!

Parahnya, badai itu bisa berlangsung selama 1 minggu dan membuat kegelapan total. Alhasil, tanaman hingga alat-alat manusia yang menggunakan tenaga matahari tidak bisa hidup selama masa itu.

4.Tanah Mars beracun

Menurut NASA, tanah di Mars mengandung garam bernama perklorat. Kabar buruknya, perklorat di Mars memiliki konsentrasi tinggi dan dianggap sangat berbahaya bagi manusia.

Di Bumi, perklorat dipakai sebagai bahan baku bahan bakar roket. Di sisi lain, perklorat terdaftar sebagai zat yang mencemar lingkungan. Kontak jangka panjang terhadap perklorat membuat fungsi kelenjar tiroid terganggu.

NASA pun mengaku bila tanah di Mars tidak bisa asal ditanami tumbuhan. Bahkan, hanya dengan menyentuh tanah di Mars bisa membuat manusia keracunan.

5.Radiasi mematikan

Berdasarkan pantauan kendaran peneliti NASA di Mars, Curiosity, tingkat radiasi TERENDAH yang diterima astronot saat melakukan perjalanan Bumi-Mars bisa mencapai 0,66 sievert. Ini sama halnya dengan menerima radiasi saat masuk mesin CT scan selama 24 jam dalam 6 hari penuh!

Perlu diketahui, 1 sievert radiasi sama dengan meningkatnya resiko mengalami kanker mematikan hingga 5,5 persen.

Selain itu, atmosfer Mars yang tipis dan tidak adanya lapisan magnetik pelindung membuat radiasi hingga sinar UV bisa masuk dengan mudah ke daratan Mars. Imbasnya, berdiam diri di Mars bisa membuat Anda terkena kanker kulit dalam waktu singkat.

6.Gravitasi rendah

Hidup dalam waktu jangka panjang di Mars pun tidak disarankan, alasannya berawal dari gravitasi yang lemah. Gravitasi di Mars hanya sekitar 40 persen gravitasi Bumi.

Nah, belajar dari misi luar angkasa di stasiun luar angkasa (ISS), NASA tahu bila jika manusia terlalu lama di lingkungan minim gravitasi bakal berakibat buruk bagi tubuh. Misalnya, berkurangnya kepadatan tulang, pengecilan otot, hingga berkurangnya darah.

Seorang astonot mungkin bisa sembuh dari pengecilan otot atau kehilangan darah, namun tidak untuk hilangnya massa tulang. Bahkan, dalam misi luar angkasa panjang, seorang astronot bisa kehilangan 20 persen massa tulangnya akibat minim gaya gravitasi.

Bagaimana, apakah Anda masih ingin mencoba hidup di Mars?

Sumber: BBCScience, Space.com